Hukum.umsida.ac.id – Program Student Mobility di Burapha University (BUU), Thailand, menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan hukum dan praktik akademik di tingkat internasional.
Selama mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengikuti berbagai aktivitas akademik, tetapi juga memperoleh kesempatan berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa dan dosen di BUU mengenai perkembangan hukum dan pendidikan tinggi di Thailand.
Program yang diikuti lima delegasi Umsida, terdiri atas tiga mahasiswa Administrasi Publik dan dua mahasiswa Hukum, menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari kunjungan ke fakultas, observasi proses pembelajaran, hingga sesi diskusi lintas budaya.
Bagi mahasiswa Hukum, kesempatan tersebut menjadi ruang belajar untuk memahami bagaimana perguruan tinggi di luar negeri membentuk kompetensi mahasiswa melalui kurikulum yang terstruktur dan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal sistem pendidikan negara lain, tetapi juga memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi internasional dalam bidang hukum.
Baca juga: Penegakan Hukum Digital: Saat Akun Elektronik dan Aset Digital Menjadi Barang Bukti
Mengenal Sistem Pendidikan Hukum Thailand

Salah satu agenda utama selama Student Mobility adalah mengunjungi Fakultas Hukum Burapha University.
Delegasi Umsida diajak melihat secara langsung suasana perkuliahan, fasilitas akademik, serta berdialog dengan mahasiswa dan dosen mengenai proses pembelajaran yang diterapkan di kampus tersebut.
Kegiatan tersebut dikemas dalam konsep study camp sehingga interaksi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas bersama mahasiswa Thailand.
Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif karena peserta dapat bertukar pandangan mengenai kehidupan akademik, budaya, hingga perkembangan pendidikan hukum di masing-masing negara.
Salah satu mahasiswa Hukum Umsida yang mengikuti program tersebut mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Burapha University memberikan banyak pelajaran baru.
“Kegiatan ini membuat saya memahami bahwa setiap negara memiliki sistem pembelajaran yang berbeda,” ujarnya.
“Kami belajar langsung dari mahasiswa Thailand mengenai cara mereka mengikuti perkuliahan, berdiskusi, dan membangun budaya akademik yang sangat terbuka,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan wawasan baru yang tidak diperoleh melalui pembelajaran di kelas sehingga semakin memperluas cara pandangnya terhadap dunia hukum internasional.
Lihat juga: HIMMAPIK Umsida Tanam 53 Pohon, Gerakkan Kepedulian Lingkungan Berkelanjutan di Tanjek Wagir
Belajar Melalui Kolaborasi Internasional

Selain mengikuti kegiatan akademik, mahasiswa juga memperoleh kesempatan berdiskusi mengenai berbagai isu hukum dan tata kelola pemerintahan bersama mahasiswa BUU.
Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai tantangan pendidikan tinggi, perkembangan regulasi, serta peran generasi muda dalam menghadapi dinamika global.
Kaprodi Hukum Umsida, Dr Lidya Shery Muis SH MH MKn, menilai bahwa program Student Mobility memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter mahasiswa hukum yang adaptif dan memiliki perspektif internasional.
“Program student mobility memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari lingkungan akademik internasional,” terangnya.
“Pengalaman ini memperluas wawasan mereka mengenai sistem pendidikan, budaya akademik, serta perkembangan hukum di negara lain yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar lintas negara juga melatih mahasiswa untuk menghargai perbedaan sistem hukum sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat global.
Mempersiapkan Sarjana Hukum Berdaya Saing
Bagi mahasiswa Hukum Umsida, mengikuti Student Mobility bukan sekadar kesempatan mengunjungi kampus luar negeri, tetapi juga menjadi pengalaman yang memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif.
Interaksi dengan mahasiswa internasional membantu peserta meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta membangun jejaring akademik yang lebih luas.
Dekan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida, Dr Poppy Febriana SSos MMedKom, menegaskan bahwa pengalaman internasional merupakan investasi penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan global.
“Mahasiswa perlu memiliki pengalaman belajar lintas negara agar mampu memahami berbagai perspektif, membangun kemampuan komunikasi, dan memperkuat kesiapan menghadapi perubahan di tingkat global,” ujarnya.
“Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia profesional,” tuturnya.
Melalui program Student Mobility di Burapha University, Program Studi Hukum Umsida terus mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan internasional, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan beradaptasi dengan berbagai dinamika global.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan perspektif global dalam menghadapi perkembangan dunia hukum di masa depan.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah

















