hukum.umsida.ac.id– Siapa sangka, hobi sejak kecil mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi nasional?
Perjalanan tersebut dibuktikan oleh Fridayani Restya Purlianasari, mahasiswa Program Studi Hukum Umsida.
Ia berhasil menorehkan prestasi melalui Kejuaraan Nasional Indonesia Expo Battle Taekwondo Championship 2025.
Kompetisi bergengsi tersebut memperebutkan Piala DPR RI dalam kategori Kyorugi.
Pertandingan berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Fridayani dan lingkungan kampusnya.
Namun, keberhasilan tersebut tidak diperoleh melalui proses yang mudah.
Ada latihan panjang, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga: Satu Negara, Dua Cara: Mengapa Urus Tanah Warisan Bisa Berbeda?
Perjalanan Panjang Sejak Sekolah Dasar
Ketertarikan Fridayani terhadap taekwondo ternyata sudah tumbuh sejak kecil.
Ia mulai menekuni olahraga bela diri tersebut sejak kelas lima SD.
Hingga menjadi mahasiswa, kecintaannya terhadap taekwondo tidak pernah memudar.
Baginya, taekwondo bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Olahraga tersebut juga mengajarkan kedisiplinan, keberanian, dan kepercayaan diri.
Fridayani terus mengembangkan kemampuannya melalui latihan bersama Taekwondo Umsida.
Lingkungan latihan tersebut membantunya mempersiapkan diri menghadapi berbagai pertandingan.
Dukungan keluarga dan pelatih juga menjadi sumber semangatnya.
“Kedua orang tua, pelatih, dan teman-teman taekwondo sangat mendukung saya,” ungkapnya.
Dukungan tersebut membuatnya semakin yakin mengejar prestasi lebih tinggi.
Ia juga memiliki alasan kuat mengikuti kejuaraan tingkat nasional.
Keikutsertaannya bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan atau pengakuan.
Fridayani ingin mengasah kemampuan sekaligus memperbanyak pengalaman bertanding.
Ia juga ingin menguji mental ketika menghadapi lawan.
Selain itu, dirinya bertekad mengharumkan nama baik perguruan.
Hadapi Rasa Gugup dengan Percaya Diri

Persiapan menghadapi kejuaraan nasional membutuhkan komitmen dan latihan konsisten.
Fridayani rutin berlatih untuk meningkatkan kemampuan teknik dan stamina.
Namun, perjalanan menuju pertandingan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Ia harus membagi waktu antara latihan dan kegiatan sehari-hari.
Menjaga kondisi fisik juga menjadi tantangan tersendiri baginya.
Terlebih, pertandingan kategori Kyorugi membutuhkan ketahanan fisik dan konsentrasi.
Rasa gugup sebelum bertanding juga sempat menjadi hambatan.
Meski demikian, Fridayani tidak membiarkan ketakutan menguasai pikirannya.
Ia memilih tetap fokus dan percaya terhadap kemampuan sendiri.
Arahan pelatih menjadi pegangan penting selama menghadapi pertandingan.
“Strategi saya adalah fokus, percaya diri, dan mengikuti arahan pelatih,” jelasnya.
Ia menyadari bahwa kemampuan teknik saja belum cukup.
Mental kuat juga diperlukan untuk menghadapi tekanan selama pertandingan.
Rasa lelah ketika bertanding menjadi ujian yang harus dilewati.
Namun, latihan rutin membantunya menghadapi situasi tersebut dengan lebih siap.
Semangat dan dukungan pelatih turut memperkuat keyakinannya untuk bertanding.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan prestasi yang membanggakan.
Lihat Juga: Berani Melangkah, Jesika Buktikan Potensi sebagai Duta Pencerah Umsida
Prestasi Menjadi Motivasi Terus Berkembang
Keberhasilan dalam kejuaraan nasional memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Fridayani.
Ia merasa seluruh perjuangannya selama latihan akhirnya membuahkan hasil.
Perasaan bangga dan syukur menyertai pencapaian yang telah diraihnya.
“Saya sangat senang, bangga, dan bersyukur atas prestasi ini,” tuturnya.
Namun, pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan panjangnya.
Fridayani justru menjadikannya motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ia ingin memperoleh pengalaman baru melalui berbagai kompetisi berikutnya.
Baginya, setiap pertandingan selalu memberikan pelajaran yang berbeda.
Kemenangan mengajarkan rasa syukur, sedangkan tantangan membangun ketangguhan mental.
Fridayani juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang.
Ia mengajak mahasiswa berani mencoba berbagai kesempatan untuk mengembangkan potensi.
“Jangan takut mencoba dan jangan gampang menyerah,” pesannya.
Menurutnya, keberhasilan membutuhkan usaha, konsistensi, dan kepercayaan diri.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati setelah berprestasi.
Setiap pengalaman harus menjadi kesempatan untuk terus belajar.
Prestasi Fridayani membuktikan bahwa mahasiswa hukum memiliki potensi beragam.
Kemampuan akademik dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat olahraga.
Kisahnya diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa Hukum Umsida lainnya.
Terutama untuk terus berkarya dan berprestasi melalui bidang masing-masing.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda

















