Tak Lolos Tahun Lalu, Mala Kembali dan Menjadi Duta Pencerah Umsida

Hukum.umsida.ac.id – Menjadi Duta Pencerah bukan perjalanan yang selalu mudah. Ida Kumala Sari pernah merasakan keraguan dalam perjalanan tersebut.

Mahasiswi Hukum semester lima Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu sempat overthinking.

Namun, keraguan tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba. Kini, Mala resmi menjadi Duta Pencerah Umsida 2026–2027.

Mala merupakan mahasiswa asal Baturaja, Sumatera Selatan. Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Perjalanan menjadi duta memberinya pengalaman yang cukup panjang. Dukungan orang sekitar turut menguatkan langkahnya selama proses tersebut.

Lihat juga: Jejak Publikasi Umsida Antarkan Tanzil ke Board Election Crossref 2026

Berawal dari Semangat Berkembang

Ketertarikan Mala mengikuti Duta Pencerah memiliki beberapa alasan. Ia merasa memiliki kesamaan dengan semangat yang dibawa Umsida.

Semangat tersebut mencakup akademik, keislaman, dan karakter mahasiswa. Nilai tersebut juga mendorong mahasiswa menjadi pribadi bermanfaat.

Sumber: Istimewa

“Saya sangat sejalan dengan semangat Umsida,” ujar Mala. Ia melihat peran duta sebagai kesempatan memberikan dampak positif.

Menurutnya, duta juga dapat menjadi penghubung kampus. Penghubung tersebut mengarah kepada masyarakat yang lebih luas.

Perjalanan Mala tidak berlangsung tanpa proses panjang. Ia terus berusaha mendapatkan hasil yang diinginkan.

Dukungan orang sekitar membuat semangatnya semakin tumbuh. Mala kemudian mulai menekuni berbagai bidang yang disukainya.

Ia mengembangkan kemampuan melalui fotografi dan menjadi host. Mala juga mencoba menjadi host live dan host podcast.

Selain itu, ia mulai menekuni dunia konten kreator. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian perkembangan dirinya.

Lihat juga: Berani Melangkah, Jesika Temukan Makna Menjadi Duta Pencerah Umsida

Mengalahkan Rasa Takut

Dalam proses tersebut, Mala juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah rasa overthinking yang kembali muncul.

Keraguan tersebut sempat membuat dirinya merasa kurang percaya diri. Namun, Mala memiliki tekad untuk tetap melangkah.

Ia memilih tidak mundur karena kondisi apapun. Menurutnya, keyakinan terhadap kemampuan diri sangat penting.

Keberanian tersebut akhirnya membawanya menuju kesempatan baru. Ketika mengetahui dirinya terpilih, Mala merasa sangat bahagia.

Ia juga merasa bersyukur atas kesempatan tersebut. Mala bahkan tidak menyangka berada pada titik tersebut.

Rasa takut sebelumnya perlahan berubah menjadi keberanian. Keputusan untuk mencoba kembali akhirnya memberikan hasil berbeda.

Kini, ia menjalankan amanah sebagai Duta Pencerah Umsida.

Membawa Misi untuk Umsida

Sebagai duta, Mala memiliki rencana kontribusi bagi kampus. Ia ingin menjadi jembatan Umsida dengan masyarakat luas.

Ia ingin mengenalkan berbagai keunggulan program Umsida. Prestasi dan kegiatan positif juga ingin diperkenalkan lebih luas.

Sebagai mahasiswa Hukum, Mala memiliki kontribusi lainnya. Ia ingin menyampaikan argumentasi untuk menyuarakan keadilan.

Hal tersebut ingin dilakukan melalui nilai-nilai Umsida. Nilai tersebut meliputi uswah, mandiri, sinergi, dan integritas.

Selain itu, terdapat nilai dinamis dan amanah. Mala juga mengajak mahasiswa berani mengembangkan potensinya.

Ia mendorong mahasiswa untuk berani mencoba kesempatan baru. Pesan tersebut terinspirasi dari kutipan Raim Laode.

“Tidak ada yang tidak mungkin,” pesan Mala. “Mimpi itu gratis, jadi ambillah yang paling mahal,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan. “Kembangkan skill dan potensimu, yakinlah bahwa kamu bisa,” ujarnya.

Menurut Mala, kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kalinya. Ia juga mengingatkan pentingnya usaha dan doa.

“Tidak ada manusia yang gagal selama mau berusaha,” pesannya. Mala berharap setiap langkah mendapat ridha dari Allah.

Penulis: Dzaky Zain

Bertita Terkini

Berpikir Kritis, Bekal Mahasiswa Hukum Membaca Persoalan Secara Lebih Tajam
September 30, 2026By
Jejak Publikasi Umsida Antarkan Tanzil ke Board Election Crossref 2026
September 25, 2026By
Pluralisme Hukum Indonesia: Ketika Keberagaman Menjadi Jalan Menuju Keadilan
September 20, 2026By
Melindungi Anak di Ruang Digital Tanpa Mematikan Kebebasan Berekspresi
September 15, 2026By
Perkuat Kurikulum Jelang Akreditasi, Prodi Hukum UMMAD Belajar ke Umsida
September 10, 2026By
Prodi Hukum Umsida Perluas Jejaring Global melalui Kerja Sama dengan Academy of Justice Uzbekistan
August 31, 2026By
Data Pribadi Terus Terancam, Siapa Bertanggung Jawab Menjaga Privasi Kita?
August 26, 2026By
Bisakah Geopark Lawan Perubahan Iklim? Pakar Burapha University Ungkap Perannya
August 21, 2026By

Prestasi

Bangkit dan Berprestasi, Mahasiswa Hukum Umsida Raih Dua Medali Karate Nasional
May 10, 2026By
Krisna Punjabi Borong Tiga Emas di Piala Rektor UMM Open Karate
May 5, 2026By
Debut di Arena Ju-Jitsu, Mahasiswa Hukum Umsida Uji Mental di Piala KONI Mojokerto
February 4, 2026By
Fenty Raih Wisudawan Berprestasi Berkat Inovasi PKM-AI tentang Merek dan Paten UMKM
November 23, 2025By
Mahasiswa Hukum Berhasil Raih Prestasi Internasional the 6th Borobudur International Symposium
December 27, 2024By
Mahasiswa Hukum Sabet Juara 1 Lomba Debat Semarak 60th IMM
March 15, 2024By
Mahasiswa Hukum UMSIDA Ikut PMM-DN 2024
January 30, 2024By
Mahasiswa Hukum Borong Prestasi Lomba Video Sido Resik 2023 & Lomba Duta Pepelingasih 2023
December 27, 2023By