hukum.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Rachel Kamilah, telah menyelesaikan kegiatan magang di Kantor Notaris sebagai bagian dari program pembelajaran praktik yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang hukum perdata dan kenotariatan.
Kegiatan magang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung peran notaris sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta autentik serta menjalankan berbagai pelayanan hukum kepada masyarakat.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik hukum yang sesungguhnya.
Mengenal Peran dan Tugas Notaris
Selama menjalani magang, Rachel Kamilah diperkenalkan pada tugas dan tanggung jawab notaris dalam bidang hukum perdata.
Mahasiswa memahami bahwa notaris memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum melalui pembuatan akta autentik, seperti akta pendirian badan usaha, perjanjian, hingga akta yang berkaitan dengan hak dan kewajiban para pihak.
Pengenalan ini memberikan wawasan bahwa profesi notaris tidak hanya berkaitan dengan administrasi hukum, tetapi juga menuntut ketelitian, kejujuran, serta pemahaman mendalam terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Terlibat dalam Penyusunan dan Pengarsipan Akta
Dalam kegiatan magang tersebut, mahasiswa turut terlibat dalam proses administrasi kantor notaris. Rachel membantu dalam penyusunan draf akta, pengecekan kelengkapan dokumen klien, serta pengarsipan berkas-berkas penting yang berkaitan dengan pembuatan akta.
Melalui keterlibatan ini, mahasiswa memahami bahwa setiap dokumen hukum harus disusun secara sistematis dan akurat.
Kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak pada keabsahan akta dan kepastian hukum bagi para pihak yang berkepentingan.
Lihat juga: Krisna Punjabi: Pesona ke Arena Nasional, Buktikan Prestasi Melalui Karate
Pembelajaran Etika Profesi Kenotariatan
Selain aspek teknis, magang di Kantor Notaris juga menjadi sarana pembelajaran mengenai etika profesi. Mahasiswa diajarkan pentingnya menjaga kerahasiaan data klien, bersikap netral, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas kenotariatan.
Rachel Kamilah mengungkapkan bahwa pengalaman magang ini memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab besar seorang notaris dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Magang ini membuat saya memahami bahwa profesi notaris menuntut ketelitian tinggi dan sikap profesional. Setiap dokumen yang dibuat memiliki konsekuensi hukum yang besar,” ujarnya.
Bekal Praktis bagi Mahasiswa Hukum
Kegiatan magang di Kantor Notaris ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa Prodi Hukum Umsida, khususnya bagi mereka yang tertarik menekuni bidang hukum perdata dan kenotariatan. Selain meningkatkan pemahaman praktik hukum, magang juga melatih kemampuan komunikasi, ketelitian kerja, serta tanggung jawab profesional.
Rachel menambahkan bahwa pengalaman tersebut membantunya memahami realitas dunia kerja hukum yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.
“Pengalaman ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya tentang dunia kenotariatan. Ini menjadi bekal penting untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional setelah lulus,” tutupnya.
Melalui program magang ini, Umsida terus berkomitmen mencetak lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan etika profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Penulis: Salwa Rizky Awalya

















