hukum.umsida.ac.id. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Krisna Punjabi, mahasiswa Prodi Hukum semester 1, menunjukkan bahwa semangat berprestasi dapat tumbuh sejak awal masa perkuliahan.
Melalui cabang olahraga karate, Krisna berhasil mengharumkan nama diri dan institusi dengan mengikuti turnamen nasional yang diselenggarakan di Kota Batu pada akhir pekan lalu.
Meski baru memasuki dunia kampus, Krisna telah memiliki pengalaman panjang di dunia bela diri. Ia mengungkapkan bahwa karate telah menjadi bagian dari hidupnya sejak sebelum ia mengenyam pendidikan formal.
Menekuni Karate Sejak Usia Dini
Kecintaan Krisna terhadap karate tumbuh sejak usia sangat muda. Ia mulai mengenal dan menekuni karate bahkan sebelum masuk sekolah.
Konsistensi latihan sejak kecil menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya hingga mampu bersaing di level nasional.
Prestasi di bidang bela diri ini pula yang menjadi salah satu jalannya untuk menempuh pendidikan di Umsida. Krisna memilih masuk Umsida melalui jalur prestasi bela diri karate, sebuah keputusan yang semakin menguatkan tekadnya untuk terus berkembang di bidang akademik dan nonakademik secara seimbang.
Motivasi Mengembangkan Bakat dan Potensi Diri
Motivasi utama Krisna mengikuti lomba karate adalah keinginannya untuk terus mengembangkan bakat yang telah ia tekuni sejak kecil.
Baginya, mengikuti turnamen bukan sekadar tentang kemenangan, melainkan proses pembelajaran dan peningkatan kualitas diri.
“Karate sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil, jadi saya ingin terus mengembangkannya,” ujarnya.
Keikutsertaannya dalam turnamen nasional menjadi langkah awal untuk membangun jam terbang dan pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.
Baca juga: Bahaya Sembarang “Ngeklik Setuju”: Pentingnya Membaca Terms & Conditions di Era Digital
Persiapan Fisik dan Pola Hidup Sehat

Menjelang pertandingan, Krisna melakukan berbagai persiapan dengan serius. Ia fokus mengatur pola hidup sehat, menambah jam latihan, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.
Menurutnya, kondisi fisik yang prima sangat berpengaruh terhadap performa saat bertanding.
Disiplin dalam menjaga tubuh menjadi kunci utama. Ia menyadari bahwa atlet tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara latihan, asupan nutrisi, dan istirahat.
Lihat juga: Naufal Rafi Putra Tembus Final Karate Challenge, Sabet Perak dan Masuk 10 Besar
Tantangan Konsistensi Menjaga Pola Hidup
Tantangan terberat yang dihadapi Krisna selama proses latihan adalah menjaga konsistensi pola hidup sehat. Godaan untuk mengonsumsi makanan yang seharusnya dihindari, seperti makanan pedas, menjadi ujian tersendiri.
Namun, Krisna berusaha mengendalikan diri demi tujuan jangka panjang. Ia menyadari bahwa kedisiplinan kecil dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh pada hasil besar di arena pertandingan.
Prioritaskan Pendidikan di Tengah Kesibukan Latihan
Sebagai mahasiswa, Krisna menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan, ia memilih untuk mendahulukan perkuliahan apabila jadwal keduanya bertabrakan.
“Bagaimanapun, pendidikan adalah yang utama,” ungkapnya.
Prinsip ini menunjukkan kedewasaan Krisna dalam mengelola peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet, tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
Momen Kebersamaan yang Tak Terlupakan
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Krisna selama turnamen adalah terbangunnya rasa persaudaraan dan kekompakan dengan teman-teman baru di UKM Bela Diri Karate.
Karena turnamen berlangsung di Kota Batu, para peserta harus menginap di sekitar lokasi pertandingan.
Momen kebersamaan tersebut mempererat hubungan antaranggota tim, menciptakan solidaritas yang kuat, dan menjadi pengalaman berharga di luar arena pertandingan.
Karate sebagai Sarana Bertumbuh dan Berprestasi
Dari karate, Krisna banyak belajar tentang kedisiplinan, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Ia kerap berada dalam dilema antara jadwal kuliah dan latihan, namun justru dari situ ia belajar untuk bersikap bijak dalam menentukan prioritas.
Bagi Krisna, karate bukan sekadar olahraga, melainkan jembatan untuk melanjutkan dan mengembangkan bakatnya selama menempuh pendidikan di UMSIDA.
Harapan dan Target ke Depan
Ke depan, Krisna memiliki target besar untuk terus menorehkan prestasi. Ia bercita-cita memenangkan lebih banyak pertandingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semangat juang yang tinggi dan fondasi disiplin yang kuat, Krisna optimistis mampu membawa prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang.
Kisah Krisna Punjabi menjadi bukti bahwa mahasiswa baru pun mampu berprestasi sejak langkah awal perkuliahan, selama dibekali tekad, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang.
Penulis: Salwa Rizky Awalya

















