MBKM Prodi Hukum Tayangkan Film Pulau Plastik Di Desa Lemujut

hukum.umsida.ac.id – Dari adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sejumlah mahasiswa Program studi (Prodi) Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengadakan nonton bareng (nobar) film dengan judul pulau plastik di desa Lemujut Sidoarjo, Pada Sabtu (02/10).

Adapun nama mahasiswa semester 5 yang mengikuti MBKM adalah Noviana Archintya, Hana Yunita Makhfudotin, Fifi Firmanda Elva Thalia, Anindya Pramitaqwati, M Suparno, Raden Bagus Cita Ferinto.

Foto Suasana Penayangan Film Sampah Plastik

Menurut Hana Yunita Makhfudotin menjelaskan acara tersebut sangat penting dilakukan. “Kegiatannya nobar film pulau plastik ini dimana film membahas tentang lingkungan agar terhindar dari pencemaran sampah plastik, memberikan sosialisasi kepada warga Lemujut agar mempunyai kepedulian tentang lingkungan mereka serta mengubah kebiasaan untuk menggunakan plastik tujuannya untuk mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

Acara tersebut juga menghadirkan narasumber. “Kami mengundang narsum yakni A Bagus Aditia SH (SPV dan panitia dari program MBKM proyek desa) dan Azis SH (Ecoton). “termasuk pakar lingkungan juga, salah satu pemain atau ikut berkontribusi juga dalam pembuatan film pulau plastik,” kata Anindya.

Menurut Anindya Pramitaqwati. “Kegiatannya nonton bareng pulau plastik, karena emang di desa Lemujut ini kemarin pak kadesnya bilang ada masalah soal sampah, apalagi banyak banget masyarakat yg males buat milah sampah antara organik sama non organik,” imbuhnya.

Hana berharap Lemujut bisa menjadi desa sadar akan lingkungan. “Dari sini harapan saya kedepannya semoga masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan, bisa lebih memperhatikan terhadap lingkungan sekitarnya, karena ada sebab dan akibat, kita memakai plastik, membuangnya, tercampur sama bahan yang lainnya, masuk lagi ke dalam tubuh kita,” ujarnya.

Dilanjutkan ia berpendapat. “Tanpa kita sadari kita sudah mengkonsumsi plastik tanpa kita ketahui, mau jadi apa Indonesia ini, bumi kita ini kalau kita sendiri gak bisa peduli, merawat dan memperhatikan lingkungan? Kasian nantinya anak cucu kita kalau harus mengkonsumsi plastik yang sudah jelas berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya.

Ditambah lagi, Anindya juga berharap lebih baik lagi kedepannya. “Harapan ku sama temen-temen mbkm ya semoga aja dari ada sosialisasi dan pemahaman dasar soal film pulau Plastik ini masyarakat jadi bisa ada inisiatif buat lebih peduli apalagi soal lingkungan, karena ya emang sekarang banyak banget kan yang pakai plastik, apa yang kita buang itu juga yang kita makan,” pungkasnya.

Ditulis : Muhammad Asrul Maulana

Related Posts

Leave a Reply